{"id":2651,"date":"2020-12-15T15:45:26","date_gmt":"2020-12-15T08:45:26","guid":{"rendered":"https:\/\/resolva.law\/?p=2651"},"modified":"2023-07-13T16:15:12","modified_gmt":"2023-07-13T09:15:12","slug":"ingat-perhatikan-hal-ini-sebelum-investasi-emas-via-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/resolva.law\/id\/ingat-perhatikan-hal-ini-sebelum-investasi-emas-via-digital\/","title":{"rendered":"Ingat! Perhatikan Hal Ini Sebelum Investasi Emas Via Digital"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bisnis.com<\/strong>, JAKARTA &#8211; <a href=\"https:\/\/www.bisnis.com\/topic\/10638\/investasi-emas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Investasi emas<\/a> fisik via digital sekarang sedang menjadi tren. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada, karena kondisi seperti ini sering dimanfaatkan lembaga investasi tidak berizin alias bodong.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Emas menjadi instrumen investasi yang sangat menarik saat ini, karena harganya meningkat. Seiring dengan itu, pesatnya perkembangan teknologi turut mendorong hadirnya investasi emas secara digital.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Praktisi Hukum Bisnis Andy R. Wijaya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam berinvestasi. Dia memberikan tips apa saja yang harus diperhatikan sebelum memutuskan berinvestasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Pertama, masyarakat selaku investor kalau mau berinvestasi harus di lembaga investasi yang mendapat izin dari OJK,&#8221; kata Andy seperti dikutip, Sabtu (14\/11\/2020).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya sebagus apapun lembaga investasi atau setinggi apapun keuntungannya kalau tidak ada izin dari <a href=\"https:\/\/www.bisnis.com\/topic\/1735\/OJK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">OJK<\/a>, maka ada potensi penipuan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kedua, jangan tergiur dengan profit yang tinggi. Masyarakat mesti tahu bahwa profit tinggi selalu diiringi risiko yang juga tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Maka jika ada janji keuntungan tinggi apalagi <em>flat<\/em> tiap bulan, pasti bohong. Investasi emas digital di pasar bursa berjangka keuntungannya tidak bisa <em>flat<\/em>,&#8221; ujar Andy.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menyebutkan bahwa kunci dalam berinvestasi adalah logis dan legal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Logis artinya adalah dapat dinilai dari tawaran investasinya. &#8220;Kalau tidak masuk akal, bahkan dua kali dari deposito maka berhati-hati dan legal harus dicek izin usaha dari OJK,\u201d ujar Hoesen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hoesen mengatakan, modus penipuan investasi yang saat ini banyak ditemukan seperti penghimpunan dana, terlebih yang berbasis online. Lalu, modus kegiatan penasihat investasi yang ternyata tidak memiliki izin dari OJK.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mengutip dari laman resmi OJK, ciri utama penipuan berkedok investasi adalah tidak dimilikinya dokumen perizinan yang sah dari regulator (pengawas) terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bappebti-Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, dan lain-lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pada umumnya, perusahaan penipu berbentuk badan usaha seperti perseroan terbatas (PT) atau koperasi simpan pinjam dan hanya memiliki dokumen akta pendirian\/perubahan perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Keterangan domisili dari lurah setempat, dengan legalitas usaha berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36\/M-DAG\/PER\/9\/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, diatur bahwa perusahaan dilarang menggunakan SIUP untuk melakukan kegiatan menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan janji keuntungan yang tidak wajar (<em>money game<\/em>).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pada beberapa kasus, ditemukan pula perusahaan pengerah dana masyarakat yang mengakui dan menggunakan izin usaha perusahaan lainnya dalam operasinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : <a href=\"https:\/\/m.bisnis.com\/amp\/read\/20201114\/235\/1317600\/ingat-perhatikan-hal-ini-sebelum-investasi-emas-via-digital\">https:\/\/m.bisnis.com\/amp\/read\/20201114\/235\/1317600\/ingat-perhatikan-hal-ini-sebelum-investasi-emas-via-digital<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis.com, JAKARTA &#8211; Investasi emas fisik via digital sekarang sedang menjadi tren. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada, karena kondisi seperti ini sering dimanfaatkan lembaga investasi tidak berizin alias bodong. &nbsp; Emas menjadi instrumen investasi yang sangat menarik saat ini, karena harganya meningkat. Seiring dengan itu, pesatnya perkembangan teknologi turut mendorong hadirnya investasi emas secara [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2652,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[12],"class_list":["post-2651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-previous-year"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2651"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2651\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/resolva.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}